Rabu, 03 April 2019

Layanan sirkulasi


LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
Abstrak
Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi harus dapat memberikan pelayanan yang baik kepada para penggunanya. Layanan perpustakaan merupakan layanan yang diberikan oleh lembaga perpustakaan kepada pengguna perpustakaan. Perpustakaan akan dianggab bagus apabila sistem pelayanannya juga bagus dan memadai. Sebaliknya jika pelayanan perpustakaan buruk, maka perpustakaan akan memiliki citra yang buruk pula. Utuk itu penerapan-penerapan layanan perpustakaan haruslah bersistem dan berorientasi kepada pengguna. Agar selain perpustakaan mendapatkan citra yang baik dan menyebarkan informasi yang berguna bagi masyarakat luas.
Kata kunci : perpustakaan, layanan sirkulasi.
I.     Pendahuluan
layanan perpustakaan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perpustakaan. informasi yang dimiliki oleh perpustakaan harus dapat disebarkan kepada masyarakat yaitu dengan cara memberikan jasa layanan koleksi. koleksi yang sudah dikumpulkan di perpustakaan kemudian diolah dan dirawat akan menjadi sangat berguna apabila informasi yang berada di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. layanan pengguna ini mencakup kedalam dua jenis pelayanan yaitu layanan sirkulasi dan layanan referensi. namun, pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai layanan sirkulasinya saja.
layanan sirkulasi merupakan kegiatan yang melayani peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan. dimana kegiatan ini memiliki tujuan supaya mesyarakat atau pengguna perpustakaan  memiliki kesempatan untuk mempelajari isi dari sumber informasi yang diminati. dalam ilmu perpustakaan, kegiatan sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman atau pengembalian buku. namun sebenarnya pengertian layanan sirkulasi adalah mencakup seluruh kegiatan seperti pencatatan yang memiliki kaitan dengan pemanfaatan koleksi dengan tepat guna dan waktu untuk kepentigan pengguna perpustakaan.
layanan sirkulasi yang diberikan oleh perpustakaan merupakan jenis layanan yang lebih berorientasi kepada pengguna. karena hampir seluruh kegiatan dalam layanan ini adalah berhubungan langsung dengan penggunanya. salah satu adalah contohnya seperti peminjaman atau pengembalian buku. ketika seorang pengguna perpustakaan ingin meminjam sebuah buku, maka ia akan dilayani oleh pustakawan yang bekerja dalam layanan sirkulasi. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif analisis. deskriptif analisis merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara memusatkan    diri kepada suatu objek tertentu yang bersifat aktual, kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan data-data yang relevan untuk kemudian dijelaskan dan dianalisa sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan atau inti sari.
II.  Pembahasan
1.      Pengertian Layanan Sirkulasi
kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang artinya perputaran, peredaran seperti pada sirkulasi udara, sirkulasi uang dan lain sebagainnya.[1] jadi dalam   istilah perpustakaan maka kata sirkulasi dapat diartikan sebagai peredaran atau         perputaran koleksi buku untuk dimanfaatkan nilai gunanya oleh seluruh pengguna perpustakaan secara umum.
Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya peminjaman. Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering di gunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.[2]
2.      Sistem Layanan Sirkulasi
a.       Sistem Layanan Terbuka (Open Access)
layanan terbuka adalah sistem layanan yang memungkinkan pengunjung perpustakaan secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan. layanan terbuka ini adalah sistem layanan yang memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi untuk melihat, membuka-buka pustaka dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca ditempat atau dipinjam untuk dibawa pulang.
agar pengguna perpustakaan dapat menggunakan koleksi dengan baik, maka pengguna perlu mengerti sistem ini. karena jika tidak pengguna akan merasa bingung untuk menemukan koleksi yang ingin dicarinya. selain itu, sistem ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. adapun kekurangan dan kelebihan sistem layanan terbuka ini adalah sebagai berikut:
            Kelebihan
·      kartu-kartu katalog tidak  mudah rusak, karena sedikit yang menggunakannya. pada umumnya mereka langsung menuju rak buku untuk memilih sendiri.
·      menghemat tenaga, sebab dalam sistem ini petugas tidak perlu mengambilkan koleksi yang dibutuhkan. petugas hanya mencatat dan kemudian mengembalikan buku-buku yang telah dibaca maupun yang dikembalikan hari itu ditempat.
·      judul-judul yang diketahui dan dibaca lebih banyak.
·      akan segera diketahui judul buku yang sedang dipinjam, nama dan alamat peminjam.
Kekurangan
·      frekuensi kerusakan lebih besar.
·      memerlukan ruangan yang lebih luas, sebab letak rak satu dengan yang lainnya memerlukan jarak yang lebih longgar.
·      susunan buku menjadi tidak teratur, oleh karena itu pustakawan harus sering mengadakan reshelving.
·      bagi pengguna pemula yang datang keperpustakaan tersebut sering kebingungan dalam mencari buku.

b.      Sistem Layanan Tertutup (Close Access)
Sistem layanan tertutup merupakan sistem layanan yang tidak memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi. Pengunjung memilih koleksi yang ingin dipinjamnya melalui katalog perpustakaan dan setelah ditemukan sandi bukunya kemudian dapat diminta pada petugas untuk mengambilkannya. Pengertian lain tentang sistem tertutup ini adalah suatu layanan yang tidak memungkinkan pengguna untuk memilih dan mengambil sendiri akan koleksi perpustakaan yang diinginkannya. Koleksi yang ingin dipinjam dapat dipilih melalui daftar koleksi/katalog yang tersedia kemudian koleksi tetsebut akan diambilkan oleh petugas.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa sistem layanan tertutup adala sistem yang tidak memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mencari koleksi yang diinginkan. Pencarian koleksi harus melalui kartu katalog kemudian petugas diminta untuk mengambilkannya. Layanan dengan sistem tetutup ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:
            Kelebihan
·      daya tamping koleksi lebih banyak, karena jajaran rak satu dengan yang lainnya lebih berdekatan.
·      susunan buku akan lebih teratur dan tidak mudah rusak.
·      kerusakan dan kehilangan koleksi akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan sistem terbuka.
·      tidak memerlukan meja baca di ruang koleksi.
Kelemahan
·      terdapat sejumlah koleksi yang tidak pernah keluar/dipinjam.
·      sering menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya seperti salah paham antara petugas dan peminjam.
·      terjadi antrian panjang pada saat peminjaman maupun pengembalian buku, keadaan ini berarti membuang waktu.[3]



3.      Kegiatan Layanan Sirkulasi
Kegiatan layanan sirkulasi merupakan hal-hal atau pekerjaan apa saja yang dilakukan dalam layanan. Kegiatan dalam layanan sirkulasi lebih banyak berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan. Karena layanan ini memang ditujukan kepada pengguna perpustakaan. Adapun kegiatan-kegiatan layanan yeng dilakukan pada layanan sirkulasi adalah sebagai berikut:
a.    Keanggotaan
Bagian sirkulasi salah satu kegiatannya adalah menerima pendaftaran anggota perpustakaan. Untuk beberapa perpustakaan tugas menerima keanggotaan perpustakaan ada yang menjadi tanggung jawab bagian tata usaha perpustakaan. Selain menerima pendaftaran anggota, bagian sirkulasi juga bertanggungjawab terhadap perpanjangan keanggotaan perpustakaan.
b.    Peminjaman dan Pengembalian Bahan Pustaka
Bagian Sirkulasi Bertanggung Jawab Untuk Melakukan Kegiatan Peminjaman Dan Pengembalian Bahan Pustaka Yang Dipinjam Oleh Pemakai Perpustakaan. Sistem Yang Digunakan Bisa Bermacam-Macam Tergantung Dari Sistem Yang Digunakan. Pada Umumnya Perpustakaan Hanya Menggunakan Satu Sistem Peminjaman.
c.    Perpanjangan peminjaman koleksi
Koleksi Yang Dipinjam Di Perpustakaan Apabila Sudah Habis Waktu Peminjamannya Namun Masih Dirasa Diperlukan Oleh Pengguna, Maka Bisa Diberlakukan Perpanjangan Peminjaman. Dengan Syarat Pengguna Harus Mengkonfirmasi Kembali Kepada Petugas Layanan Sirkulasi Bahwa Koleksi Tersebut Ingin Diperpanjang Lagi Masa Peminjamannya.
d.   Penagihan
Bagian sirkulasi juga bertugas memberikan surat peringatan kepada pengguna yang terlambat mengembalikan bahan pustaka. Surat peringatan ini biasanya singkat dan jelas berisi pemberitahuan kepada pengguna bahwa dirinya mempunyai peminjaman bahan pustaka yang belum dikembalikan. Surat peringatan pada umumnya diberikan sampai dua kali, jika surat pertam belum mendapatkan tanggapan maka dalam jangka waktu tertentu (misalnya 10 hari)  akan diberikan surat peringatan yang kedua.
e.    Sanksi
Jika ada anggota yang terlambat mengembalikan atau merusak bahan pustaka yang dipinjam, maka bagian sirkulasi memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sanksi bagi yang terlambat mengembalikan biasanya dikenai denda sejumlah uang tertentu. Misalnya Rp. 100,- (seratus rupiah) untuk setiap buku yang terlambat dikembalikan utuk satu hari masa keterlambatan.
f.     Memberikan keterangan bebas pinjam
Bagian sirkulasi juga bertanggung jawab terhadap pengeluaran surat bebas pinjam bahan pustaka. Pada lingkungan sekolah surat bebas pinjam bahan pustaka digunakan untuk pendah sekolah, atau kegiatan lain yang masih terkait. [4]
III.             Kesimpulan
Layanan sirkulasi merupakan layanan yang ditujukan kepada pengguna perpustakaan.  Sistem layanan ini terbagi menjadi dua bentuk yaitu sistem layanan terbuka (open access) dan sistem layanan tertutup (close access). Kegiatan layanan ini meliputi kenggotaan, peminjaman koleksi perpuatakaan beserta pengembalian, perpanjaman jangka peminjaman, penagihan koleksi yang terlambat dikembalikan, pemberian sanksi dan memberikan keterangan bebas peminjaman terhadap pengguna perpustakaan.



[1] Lasa Hs, Jenis-Jenis Informasi Perpustakaan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995)
[2] Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1994)
[3] Wiji Suwarno, Organisasi Informasi Perpustakaan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016)
[4] Darmono, Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Grasindo, 2007)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar