Senin, 10 Juni 2019

ARTIKEL ILMIAH: Teknologi self service di perpustakaan institut teknologi sepuluh nopember


TEKNOLOGI SELF SERVICE DI PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
Rindi Antiwi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan

Abstrak
Penulisan artikel ilmiah ini adalah bertujuan untuk mengetahui teknologi self service apa saja yang ada di perpustakaan perguruan tinggi yaitu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember serta fungsi dan pemanfaatannya. Teknologi self service merupakan teknologi yang diadakan di perpustakaan sebagai upaya layanan pemustaka secara mandiri. Teknologi self service di perpustakaan Institute Teknologi Sepuluh Nopember adalah layanan digital yang berupa website perpustakaan dan library self services.
Kata kunci : Teknologi Perpustakaan, Library Self Services
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap perpustakaan. Salah satu pengaruh teknologi pada perpustakaan terjadi pada sistem pelayanannya. Pelayanan dengan menggunakan teknologi ini disebut dengan self service technology. self service merupakan layanan perpustakaan yang dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan tanpa bantuan seorang pustakawan.[1]
Aktivitas layanan perpustakaan seperti layanan sirkulasi merupakan jenis layanan yang mengalami perubahan dalam sistemnya. layanan sirkulasi merupakan layanan perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pemustaka. kegiatan dalam layanan sirkulasi adalah peredaran koleksi seperti peminjaman, pengembalian dan pemanjangan masa pinjam koleksi.[2] tujuan diadakannya layanan sirkulasi adalah supaya pemustaka dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara maksimal, dapat mengetahui siapa saja yang meminjam koleksi, mengetahui kapan waktu pengembalian dan lain-lain.
Self service merupakan perwujudan lain dari layanan sirkulasi, hanya saja bedanya adalah layanan sirkulasi biasa memerlukan bantuan dari seorang pustakawan sedangkan self service dapat dilakukan sendiri oleh pemustaka secara mandiri. Adapun berbagai macam bentuk teknologi yang sudah digunakan dalam self service pada layanan sirkulasi adalah seperti OPAC (Online Public Access Catalogue), pengembalian buku secara mandiri dengan menggunakan Drop Box, pemesanan buku melalui sms (Short Messages) dan peminjaman, pengembalian serta pemanjangan masa pinjam secara online dengan menggunakan Website dan lain-lain.
Self service ini sangatlah menguntungkan terutama untuk perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis perpustakaan yang memiliki banyak pengunjung. Karena letaknya yang berada di lingkungan pendidikan yang mayoritas penggunanya adalah mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Banyaknya pengunjung di perpustakaan perguruan tinggi sering mengakibatkan antrian panjang pada bagian layanan sirkulasi. Akibatnya waktu yang dibutuhkan juga pasti sangat lama dan akan timbul kejenuhan baik kepada pemustaka maupun pustakawan sendiri. Oleh karena itu dengan adanya penerapan teknologi self service ini adalah bertujuan untuk mempermudah serta menghemat waktu pemustaka terutama dalam kegiatan layanan sirkulasi.
PEMBAHASAN
Profil Perpustakaan ITS
Institut teknologi sepuluh nopember (ITS) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Surabaya. Sebagaimana perguruan tinggi lainnya salah satu fasilitas penunjang pendidikan di ITS adalah perpustakaan. Perpustakaan ITS diadakan pertama kali pada tahun 1959 bersamaan dengan didirikannya ITS dan diresmikan pada tahun 1960. Perpustakaan awalnya hanya memiliki 2 orang pegawai saja. Namun seiring berjalannya waktu pegawai perpustakaan semakin bertambah hingga menjadi 9 orang pada tahun 1967.
Sekarang perpustakaan ITS dikepalai oleh Edy Suprayitno, SS, M.Hum. Dengan berlakunya P.P No.5 tahun 1980 yang kemudian dikembangkan dengan adanya SK Menteri pendidikan dan kebudayaan No. 0144/0/1983, perpustakaan ITS menjadi unit pelaksana teknis (UPT). Sejalan dengan bertambahnya aktivitas ITS, maka UPT perpustakaan ITS terus berkembang jumlah sarana dan prasarananya, luas gedung serta jumlah koleksinya, serta struktur organisasipun semakin baik.
Teknologi Self Service Di Perpustakaan ITS
Teknologi self service yang digunakan di perpustakaan ITS ada dua yaitu layanan berbasis website dan layanan library self service. alamat website perpustakaan ITS adalah http://library.its.ac.id/ halaman website ini merupakan fasilitas yang disediakan perpustakaan ITS yang dapat diakses secara digital. didalamnya terdapat berbagai macam fasilitas seperti panduan mengupload tugas akhir secara mandiri, katalog online yang memuat daftar seluruh koleksi perpustakaan yang memuat sepuluh kategori meliputi ilmu komputer, informasi, dan karya umum, filosofi dan psikologi, dan lainnya.
Halaman website perpustakaan ITS juga memfasilitasi mahasiswa yang ingin mendaftar sebagai anggota perpustakaan secara online yang tentunya dilakukan secara mandiri. website ini juga menyediakan e-journal yang melanggan beberapa sumber diantaranya yaitu: American Society Of Civil Engineers (ASCE), The American Society Of Mechanical Engineers (ASME), Palgrave Mvmillan-Maritime Economics And Logistic, Springer Link, Emeraldinsight, Cangage Learning (Gale), IEEE Xplore, EBSCO, ProQuest, Sciencedirect Dan Nature. Tidak hanya e-journal, e-book juga tersedia yang bersumber dari springer link dan wiley.
Teknologi self service selanjutnya adalah teknologi yang dinamakan library self service. teknologi Library self service ini memungkinkan pengguna perpustakaan untuk melakukan peminjaman, pengembalian maupun perpanjangan peminjaman koleksi secara mandiri. alat yang digunakan adalah berupa komputer khusus yang sudah dipasangi program library self service yang berada di perpustakaan.
Cara menggunakan program library self service di perpustakan ITS sangatlah mudah. Pemustaka cukup mengisi nomor registrasi perpustakaan dan password pada komputer yang disediakan khusus untuk library self service. Kemudian selanjutnya melakukan proses sirkulasi sendiri dengan memilih apakan akan melakukan peminjaman, pengembalian atau perpanjangan. Setelah itu pemustaka menulis nomor buku atau mengarahkan buku yang hendak disirkulasikan dengan mengarahkan buku ke alat pendeteksi nomor buku yang menggunakan inframerah. Kemudian selanjutnya klik OK dan akan keluar struk yang menandakan peminjaman, pengembalian atau pemanjangan. Waktu yang dibutuhkan dalam proses ini hanya lima menit saja. Pemustaka tidak perlu khawatir jika tidak mengerti cara menjalankan program library self service ini karena disana disediakan petugas yang akan mendampingi pemustaka.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari hasil pembahasan di atas adalah perkembangan teknologi informasi juga turut mempengaruhi perpustakaan salah satunya dalam konsep layanan sirkulasi. Perpustakaan saat ini sudah menggunakan teknologi untuk mempermudah dalam proses layanan sirkulasi. layanan sirkulasi yang menggunakan teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menggunakan jasa perpustakaan secara mandiri atau yang dikenal dengan sebutan self services. Salah satu perpustakaan yang sudah menggunakan teknologi ini adalah perpustakaan ITS. Jenis teknologi yang digunakan di perpustakaan ITS adalah website dan library self services.



[1] Mohamad Nur, “Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Sirkulasi Menggunakan Sistem Self Service Pada Perpustakaan Kementrian Perdagangan Republic Indonesia”, (Skripsi: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017)
[2] Lasa Hs, “Jenis-Jenis Informasi Perpustakaan”, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995)

Kamis, 30 Mei 2019

CRITICAL JOURNAL REVIEW

LAPORAN TUGAS CRITICAL JOURNAL  REVIEW
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Layanan Sirkulasi
Dosen Pengampu:
MIFTA KHULZANNAH, MA.
oleh :
Rindi Antiwi
0601171020
Kelas IPB

PROGRAM SUDI ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
2018


I.                   Pengantar

Puji syukur kita ucapkan kepada allah swt yang mana telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kita dapat bersama-sama menuntut ilmu dan menyelesaikan tugas critical journal review ini.  Kemudian salawat beserta salam marilah kita haturkan kepada nabi muhammad saw selaku pemimpin umat islam yang membawa kita dari alam kebodohan kepada alam yang berilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Terimakasih kami ucapkan kepada ibu Mifta Khulzannah selaku dosen pengampu mata kuliah Sumber Informasi Sosial dan Humaniora yang telah sudi kiranya membagi ilmunya kepada kami mengenai mata kuliah terkait baik praktik maupun teorinya sehingga selain kami dapat sedikit demi sedikit memahami dan dapat menerapkannya, selain itu kami juga dapat menyelesaikan tugas-tugas kuliah termasuk kedalamnya tugas Critical Journal Review ini.
Adapun tulisan ini adalah bentuk dari hasil tugas critical journal review yang diselesaikan demi memenuhi tugas mata kuliah Sumber Informasi Sosial dan Humaniora pada prodi ilmu perpustakaan Universitan Islam Negeri Sumatera Utara. Untuk lebih lengkapnya langsung saja pemaparan hasil penulisan Critical Journal ini adalah sebagai berikut.

II.                Identitas Journal
Judul Artikel                     : An Analysis of Library Customer Loyalty
Judul Jurnal                       : Library Management
Penulis                               : I Gede Mahatma Yuda Bakti Dan Sik Sumaedi
Tahun terbit                       : 2012
Sumber database                : https://www.emeraldinsight.com/doi/full/10.1108/LM-05-2012-
Alamat URL                      : https://doi.org/10.1108/LM-05-2012-0025
Tanggal akses                    : 23 Mei 2019

III.             Ringkasan Artikel/ Hasil Penelitian
Penelitian di dalam jurnal ini adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan perpustakaan terhadap loyalitas pemustaka dan apakah layanan perpustakaan akan berpengarus secara langsung terhadap loyalitas pemustaka tersebut. Mereka melakukan penelitian dengan membagikan kuesioner kepada pemustaka yang berasal dari mahasiswa tahun ketiga di perpustakaan universitas terbuka di indonesia.
Loyalitas pemustaka merupakan bentuk perilaku dari seorang pemustaka. Loyalitas pemustaka dianggap sebagai tindakan dalam menggunakan layanan di perpustakaan dan pemanfaatannya. Loyalitas pemustaka ini meliputi pemakaian jasa dan layanan di perpustakaan. Selain itu definisi dari loyalitas pemustaka adalah pola piker pengguna yang datang ke perpustakaan untuk mencari informasi kemudian menggunakan jasa perpustakaan secara berkelanjutan serta merekomendasikannya kepada orang lain.
Untuk mendukung hal diatas, kualitas layanan perpustakaan sangatlah berperan penting. Kualitas ini antara lain meliputi layanan reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Kepuasan pelanngan merupakan tujuan utama dan sangat penting dalam perpustakaan. Kepuasan pengguna juga menjadi salah satu tolak ukur dari kesuksesan sebuah perpustakaan. Dengan adanya kualitas layanan perpustakaan yang bagus, akan mempengaruhi pemustaka secara positif dan akan mendorong terjadinya loyalitas pemustaka.
Penelitian ini menggunakan tida variabel yaitu kualitas layanan, kepuasan pemustaka dan loyalitas pemustaka. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kualitas pelayanan perpustakaan tidak berpengaruh secara langsung kepada loyalitas pemustaka. Ditemui bahwasanya kualitas pelayanan akan mempengaruhi loyalitas pemustaka melalui kepuasan pemustaka. Oleh karena itu manajemen perpustakaan perlu berbenah menjadi lebih baik agar dapat memuaskan pemustaka.
IV.             Keunggulan Penelitian
Berikut ini berupakan beberapa keunggulan penelitian dari jurnal, yaitu:
1.     Judul jurnal sangat menarik dengan mengangkat permasalahan pelayanan perpustakaan yang dapat mempengaruhi loyalitas pengguna perpustakaan. Selain itu isi dari jurnal dengan judul jurnal juga relevan dengan menjelaskan bagaimana kualitas pelayanan perpustakaan dapat menjadikan pemustaka loyal untuk mengajak orang lain untuk datang ke perpustakaan.
2.      Penulisan isi jurnal sudah baik karena tidak ada ditemui kesalahan penulisan ataupun kesalahan tanda baca.
3.      Penulisan disusun secara jelas, sistematis dan sesuai dengan standardisasi penulisan jurnal atau artikel ilmiah. Standardisasi penulisan jurnal singkatnya seperti ada pendahuluan, tinjauan literature, metode penelitian, hasil atau pembahasan, kesimpulan dan daftar pustaka dan lain-lain.[1]
4.      Hasil pembahasan jurnal diuraikan dengan menggunakan tabel hasil penelitian dan dibuat deskripsi yang sesuai serta singkat dan langsung kepada intinya sengingga lebih mudah dipahami.
5.      Kutipan jurnal sangat banyak yang menandakan jurnal ini sangat kaya dan lengkap karena dengan mengambil dari berbagai macam sumber yang berbeda-beda maka isi jurnal dapat memberikan informasi dari berbagai macam sudut pandang.
V.                Kelemahan Penelitian
Berdasarkan hasil analisis, ditemui beberapa yang dianggap sebagai kelemahan dari jurnal, yaitu:
1.      Karena banyaknya jumlah kutipan dalam jurnal dan penulisannya menggunakan body note, sehingga setiap satu kalimat akan diselingi oleh satu body note dan hal ini terasa sangat menggangu mengingat jumlahnya yang sangat banyak. Memang bagus jika suatu jurnal mempunyai banyak kutipan. Namun akan lebih bagus lagi jika setiap kutipan yang diambil diselingi juga dengan hasil pemikiran sendiri dan menggunakan bahasa sendiri yang tentunya kita paham dan orang lain juga pasti akan lebih mudah memahaminya.
2.      Tabel yang disediakan tidak ada garisnya. Mengingat ukuran space yang digunakan lumayan rapat, hal ini menyebabkan kita akan sulit membaca tabel yang bisa-bisa kita salah membaca misalnya yang bagian baris kesatu salah kita sandingkan dengan baris kedua. Oleh karena itu penempatan baris sangatlah penting.

VI.             Poin Penting Dari Jurnal
Adapun poin-poin penting yang dapat diambil berdasarkan hasil analisis dari jurnal adalah:
1.      Loyalitas pengguna berasal dari kepuasan pengguna terhadap layanan perpustakaan dan membuat pengguna akan merekomendasikan perpustakaan tersebut. Hal ini tentunya akan membantu perpustakaan dalam hal promosi perpustakaan.
2.      Untuk mendapatkan kepuasan pengguna, perpustakaan perlu melakukan manajemen-manajemen yang sesuai dan diinginkan oleh pengguna agar pemustaka merasa puas dan akan muncul loyalitas pemustaka.
3.      Loyalitas pengguna tidak dipengaruhi langsung oleh kualitas layanan perpustakaan melainkan kualitas layanan akan menimbulkan loyalitas pemustaka melalui kepuasan pemustaka.

VII.          Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan yang dapat diambil dari critical journal ini adalah penulisan jurnal sudah baik dan sistematis, tata penulisannya juga baik. Informasi yang disajikan di dalam jurnal sangat memotivasi perpustakaan untuk meningkatkan layanan di perpustakaan agar dapat memuaskan pemustaka dan akan menghasilkan loyalitas pemustaka yang akan membantu dalam kegiatan promosi perpustakaan. Karena pemustaka yang puas akan layanan dari suatu perpustakaan akan merekomendasikan kepada teman-teman, kerabat dan lainnya untuk turut datang ke perpustakaan yang menurutnya pelayanan disana baik.
Saran dari hasil penelitian jurnal adalah meraih loyalitas pemustaka ini perpustakaan perlu menyiapkan layanan yang berkualitas dan tentunya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemustaka. Manajemen yang dilakukan di perpustakaan juga perlu mempertimbangkan dengan kepuasan pemustaka. Kemudian untuk jurnalnya sendiri sangat perlu sekali yang namanya kutipan namun harus dibarengi juga dengan argumentasi diri sendiri agar lebih menunjang keaslian dari penelitian tersebut.


[1] BSN, “Jurnal Standardisasi Majalah Ilmiah Standardisasi”, (Vol. 20 No.3 Tahun 2018)

Rabu, 03 April 2019

Layanan sirkulasi


LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
Abstrak
Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi harus dapat memberikan pelayanan yang baik kepada para penggunanya. Layanan perpustakaan merupakan layanan yang diberikan oleh lembaga perpustakaan kepada pengguna perpustakaan. Perpustakaan akan dianggab bagus apabila sistem pelayanannya juga bagus dan memadai. Sebaliknya jika pelayanan perpustakaan buruk, maka perpustakaan akan memiliki citra yang buruk pula. Utuk itu penerapan-penerapan layanan perpustakaan haruslah bersistem dan berorientasi kepada pengguna. Agar selain perpustakaan mendapatkan citra yang baik dan menyebarkan informasi yang berguna bagi masyarakat luas.
Kata kunci : perpustakaan, layanan sirkulasi.
I.     Pendahuluan
layanan perpustakaan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perpustakaan. informasi yang dimiliki oleh perpustakaan harus dapat disebarkan kepada masyarakat yaitu dengan cara memberikan jasa layanan koleksi. koleksi yang sudah dikumpulkan di perpustakaan kemudian diolah dan dirawat akan menjadi sangat berguna apabila informasi yang berada di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. layanan pengguna ini mencakup kedalam dua jenis pelayanan yaitu layanan sirkulasi dan layanan referensi. namun, pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai layanan sirkulasinya saja.
layanan sirkulasi merupakan kegiatan yang melayani peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan. dimana kegiatan ini memiliki tujuan supaya mesyarakat atau pengguna perpustakaan  memiliki kesempatan untuk mempelajari isi dari sumber informasi yang diminati. dalam ilmu perpustakaan, kegiatan sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman atau pengembalian buku. namun sebenarnya pengertian layanan sirkulasi adalah mencakup seluruh kegiatan seperti pencatatan yang memiliki kaitan dengan pemanfaatan koleksi dengan tepat guna dan waktu untuk kepentigan pengguna perpustakaan.
layanan sirkulasi yang diberikan oleh perpustakaan merupakan jenis layanan yang lebih berorientasi kepada pengguna. karena hampir seluruh kegiatan dalam layanan ini adalah berhubungan langsung dengan penggunanya. salah satu adalah contohnya seperti peminjaman atau pengembalian buku. ketika seorang pengguna perpustakaan ingin meminjam sebuah buku, maka ia akan dilayani oleh pustakawan yang bekerja dalam layanan sirkulasi. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif analisis. deskriptif analisis merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara memusatkan    diri kepada suatu objek tertentu yang bersifat aktual, kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan data-data yang relevan untuk kemudian dijelaskan dan dianalisa sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan atau inti sari.
II.  Pembahasan
1.      Pengertian Layanan Sirkulasi
kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang artinya perputaran, peredaran seperti pada sirkulasi udara, sirkulasi uang dan lain sebagainnya.[1] jadi dalam   istilah perpustakaan maka kata sirkulasi dapat diartikan sebagai peredaran atau         perputaran koleksi buku untuk dimanfaatkan nilai gunanya oleh seluruh pengguna perpustakaan secara umum.
Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya peminjaman. Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering di gunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.[2]
2.      Sistem Layanan Sirkulasi
a.       Sistem Layanan Terbuka (Open Access)
layanan terbuka adalah sistem layanan yang memungkinkan pengunjung perpustakaan secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan. layanan terbuka ini adalah sistem layanan yang memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi untuk melihat, membuka-buka pustaka dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca ditempat atau dipinjam untuk dibawa pulang.
agar pengguna perpustakaan dapat menggunakan koleksi dengan baik, maka pengguna perlu mengerti sistem ini. karena jika tidak pengguna akan merasa bingung untuk menemukan koleksi yang ingin dicarinya. selain itu, sistem ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. adapun kekurangan dan kelebihan sistem layanan terbuka ini adalah sebagai berikut:
            Kelebihan
·      kartu-kartu katalog tidak  mudah rusak, karena sedikit yang menggunakannya. pada umumnya mereka langsung menuju rak buku untuk memilih sendiri.
·      menghemat tenaga, sebab dalam sistem ini petugas tidak perlu mengambilkan koleksi yang dibutuhkan. petugas hanya mencatat dan kemudian mengembalikan buku-buku yang telah dibaca maupun yang dikembalikan hari itu ditempat.
·      judul-judul yang diketahui dan dibaca lebih banyak.
·      akan segera diketahui judul buku yang sedang dipinjam, nama dan alamat peminjam.
Kekurangan
·      frekuensi kerusakan lebih besar.
·      memerlukan ruangan yang lebih luas, sebab letak rak satu dengan yang lainnya memerlukan jarak yang lebih longgar.
·      susunan buku menjadi tidak teratur, oleh karena itu pustakawan harus sering mengadakan reshelving.
·      bagi pengguna pemula yang datang keperpustakaan tersebut sering kebingungan dalam mencari buku.

b.      Sistem Layanan Tertutup (Close Access)
Sistem layanan tertutup merupakan sistem layanan yang tidak memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi. Pengunjung memilih koleksi yang ingin dipinjamnya melalui katalog perpustakaan dan setelah ditemukan sandi bukunya kemudian dapat diminta pada petugas untuk mengambilkannya. Pengertian lain tentang sistem tertutup ini adalah suatu layanan yang tidak memungkinkan pengguna untuk memilih dan mengambil sendiri akan koleksi perpustakaan yang diinginkannya. Koleksi yang ingin dipinjam dapat dipilih melalui daftar koleksi/katalog yang tersedia kemudian koleksi tetsebut akan diambilkan oleh petugas.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa sistem layanan tertutup adala sistem yang tidak memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mencari koleksi yang diinginkan. Pencarian koleksi harus melalui kartu katalog kemudian petugas diminta untuk mengambilkannya. Layanan dengan sistem tetutup ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:
            Kelebihan
·      daya tamping koleksi lebih banyak, karena jajaran rak satu dengan yang lainnya lebih berdekatan.
·      susunan buku akan lebih teratur dan tidak mudah rusak.
·      kerusakan dan kehilangan koleksi akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan sistem terbuka.
·      tidak memerlukan meja baca di ruang koleksi.
Kelemahan
·      terdapat sejumlah koleksi yang tidak pernah keluar/dipinjam.
·      sering menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya seperti salah paham antara petugas dan peminjam.
·      terjadi antrian panjang pada saat peminjaman maupun pengembalian buku, keadaan ini berarti membuang waktu.[3]



3.      Kegiatan Layanan Sirkulasi
Kegiatan layanan sirkulasi merupakan hal-hal atau pekerjaan apa saja yang dilakukan dalam layanan. Kegiatan dalam layanan sirkulasi lebih banyak berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan. Karena layanan ini memang ditujukan kepada pengguna perpustakaan. Adapun kegiatan-kegiatan layanan yeng dilakukan pada layanan sirkulasi adalah sebagai berikut:
a.    Keanggotaan
Bagian sirkulasi salah satu kegiatannya adalah menerima pendaftaran anggota perpustakaan. Untuk beberapa perpustakaan tugas menerima keanggotaan perpustakaan ada yang menjadi tanggung jawab bagian tata usaha perpustakaan. Selain menerima pendaftaran anggota, bagian sirkulasi juga bertanggungjawab terhadap perpanjangan keanggotaan perpustakaan.
b.    Peminjaman dan Pengembalian Bahan Pustaka
Bagian Sirkulasi Bertanggung Jawab Untuk Melakukan Kegiatan Peminjaman Dan Pengembalian Bahan Pustaka Yang Dipinjam Oleh Pemakai Perpustakaan. Sistem Yang Digunakan Bisa Bermacam-Macam Tergantung Dari Sistem Yang Digunakan. Pada Umumnya Perpustakaan Hanya Menggunakan Satu Sistem Peminjaman.
c.    Perpanjangan peminjaman koleksi
Koleksi Yang Dipinjam Di Perpustakaan Apabila Sudah Habis Waktu Peminjamannya Namun Masih Dirasa Diperlukan Oleh Pengguna, Maka Bisa Diberlakukan Perpanjangan Peminjaman. Dengan Syarat Pengguna Harus Mengkonfirmasi Kembali Kepada Petugas Layanan Sirkulasi Bahwa Koleksi Tersebut Ingin Diperpanjang Lagi Masa Peminjamannya.
d.   Penagihan
Bagian sirkulasi juga bertugas memberikan surat peringatan kepada pengguna yang terlambat mengembalikan bahan pustaka. Surat peringatan ini biasanya singkat dan jelas berisi pemberitahuan kepada pengguna bahwa dirinya mempunyai peminjaman bahan pustaka yang belum dikembalikan. Surat peringatan pada umumnya diberikan sampai dua kali, jika surat pertam belum mendapatkan tanggapan maka dalam jangka waktu tertentu (misalnya 10 hari)  akan diberikan surat peringatan yang kedua.
e.    Sanksi
Jika ada anggota yang terlambat mengembalikan atau merusak bahan pustaka yang dipinjam, maka bagian sirkulasi memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sanksi bagi yang terlambat mengembalikan biasanya dikenai denda sejumlah uang tertentu. Misalnya Rp. 100,- (seratus rupiah) untuk setiap buku yang terlambat dikembalikan utuk satu hari masa keterlambatan.
f.     Memberikan keterangan bebas pinjam
Bagian sirkulasi juga bertanggung jawab terhadap pengeluaran surat bebas pinjam bahan pustaka. Pada lingkungan sekolah surat bebas pinjam bahan pustaka digunakan untuk pendah sekolah, atau kegiatan lain yang masih terkait. [4]
III.             Kesimpulan
Layanan sirkulasi merupakan layanan yang ditujukan kepada pengguna perpustakaan.  Sistem layanan ini terbagi menjadi dua bentuk yaitu sistem layanan terbuka (open access) dan sistem layanan tertutup (close access). Kegiatan layanan ini meliputi kenggotaan, peminjaman koleksi perpuatakaan beserta pengembalian, perpanjaman jangka peminjaman, penagihan koleksi yang terlambat dikembalikan, pemberian sanksi dan memberikan keterangan bebas peminjaman terhadap pengguna perpustakaan.



[1] Lasa Hs, Jenis-Jenis Informasi Perpustakaan, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995)
[2] Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1994)
[3] Wiji Suwarno, Organisasi Informasi Perpustakaan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016)
[4] Darmono, Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Grasindo, 2007)